Minggu, 23 Desember 2012

UJIAN AKHIR SEMESTER



NAMA                      : CLARA SANDISTA ZULFIARNI
NIM                          : A1C110034
MATA KULIAH         : KIMIA BAHAN ALAM
SKS                         : 2
DOSEN                    : Dr. Syamsurizal, M.Si
WAKTU                    : 22-29 Desember 2012



1). Jelaskan dalam jalur biosintesis triterpenoid, identifikasilah faktor-faktor penting yang sangat menentukan dihasilkannya triterpenoid dalam kuantitas yang banyak.
Jawaban : 
       Senyawa terpenoid kebanyakan bebas dalam jaringan tanaman, tidak terikat senyawa lain. namun banyak juga yang terdapat sebagai glikosida, ester dari asam organik dan beberapa terikat dengan protein.
           Triterpenoid diturunkan dari isoprenoid asiklik skualen (C30H50), komponen utuh dari minyak ikan, minyak vegetable, jamur.


           Berbagai triterpenoid organisme merupakan prekursor langsung hidrokarbon dalam fosil sedimen dan minyak bumi.
Secara umum biosintesis terpenoid terjadi melalui tiga reaksi dasar :
1. Pembentukan isopren aktif berasal dari asam asetat melalui asam mevalonat,
2. Penggabungan ekor dan kepala 2 unit isopren akan membentuk mono-, seskui-, di-, dan poli-terpenoid,
3.Penggabungan ekor dan ekor dari unit C15 atau C20.
       Dari reaksi dasar biosintesis tersebut faktor penting yang sangat menentukan dihasilkannya triterpenoid dalam kuantitas yang banyak adalah proses yang no 3. Dimana dengan penggabungkan ekor dan ekor dari unit C15 atau C20 akan menghasilkan triterpenoid dan juga steroid.

2). Jelaskan dalam penentuan struktur flavonoid, kekhasan signal dan intensitas serapan dengan menggunakan spektrum IR dan NMR. Berikan dengan contoh sekurang-kurangnya dua struktur yang berbeda !
Jawaban :
             Flavonoid berasal dari kombinasi antara jalur shikimat dan jalur asetat-mevalonat. Kerangka dasar terdiri atas 15 atom kabon yang membentuk susunan C6-C3-C6. Kerangka dasar karbon dengan 15 atom C dengan 2 cincin benzen (C6) terikat pada suatu rantai propana (C3) membentuk susunan C6-C3-C6.
       Mengandung sistem aromatik yang terkonyugasi sehingga menunjukkan pita serapan kuat pada daerah spektrum UV dan spektrum tampak. Kekhasan signal dan intensitas serapan dengan menggunakan spektrum IR dan NMR dalam penentuan struktur flavonoid adalah berdasarkan spektrumnya yakni terdiri dari 2 maksimal yaitu pada rentang 240-280 nm (PITA II) dan 300-550 nm (PITA I). Senyawa flavonoid terdiri dari beberapa jenis tergantung tingkat oksidasi dari rantai propana dari sistem 1,3 diarilpropana. Flavon, flavonol dan antosianidin sering disebut flavonoid utama karena banyak ditemukan dialam.
Istilah flavonoid berasal dari kata flavon  yang merupakan salah satu jenis flavonoid yang terbanyak dan lazim  ditemukan.
 
              FLAVON
Flavon mempunyai kerangka 2-fenilkroman

               FLAVONOL


3). Dalam isolasi alkaloid, pada tahap awal dibutuhkan kondisi asam atau basa. Jelaskan dasar penggunaan reagen tersebut, dan berikan contohnya sekurang-kurangnya tiga macam alkaloid !
Jawaban :

          Dalam isolasi alkaloid misalnya saja menggunakan asam amino, dasar penggunaan reagen asam amino tersebut adalah bertujuan sebagai penyedia kedua atom nitrogen dan berbagai dasar kerangka allkaloid.
    Contohnya :
      - Alkaloid berasal dari Ornithine (pyrrolidine dan alkaloid tropane),
      - Alkaloid berasal dari Lysine (Piperidina, Quinolizidine, dan alkaloid Indolizidine),
   - Alkaloid berasal dari phenylethylamines Tirosin ( sederhana tetrahydroisoquinoline, dimodifikasi benzyltetra-hydroxyquinoline, Phenethylesoquinoline, Amaralidaceae alkaloid),
      - Alkaloid berasal dari Asam nikotinat (Piridin alkaloid)-Tembakau.

4). Jelaskan keterkaitan diantara biosintesis, metode isolasi dan penentuan struktur senyawa bahan alam . Berikan contohny !
Jawaban :
             Biosintesis biasanya berarti suatu integrasi dari dua atau lebih elemen yang ada di dalam suatu bahan alam dan menghasilkan suatu hasil yang baru. Hasil akhir dari suatu proses pembentukan sebuah molekul tertentu dari prekursor kimia dan menghasilkan suatu struktur dari suatu senyawa yang diinginkan.
           Isolasi yaitu mengambil suatu senyawa yang terdapat pada alam melalui proses dan perlakuan tertentu. Dari proses isolasi kemudian di identifikasi hasil yang didapatkan dari isolasi tersebut kemudian dilakukan penentuan strukturnya melalui UV, IR, MS ataupun NMR.
         Jadi, antara Biosintesis, metode Isolasi dan penetuan struktur sangat berkaitan. Setelah dilakukan biosintesis didapatkan struktur suatu senyawa, setelah itu dilakukan isolasi dari suatu senyawa bahan alam dan ditentukan strukturnya. Dari penentuan struktur didapatkan koordinat sinyal dari senyawa tersebut dan bisa ditentukan apakah senyawa tersebut sama strukturnya dengan hasil biosintesis.

Contohnya :
Isolasi daun tapak liman.
          Steroid diisolasi dengan metode soklet dengan  heksana sebagai pelarut, kemudian diperoleh ekstrak n-heksana dan ampas. Ekstrak dipekatkan dengan menguapkan pelarut, ekstrak pekat yang dihasilkan kemudian di uji dengan pereaksi Lieberman Buchard dan ditandai warna biru yang berarti positif mengandung Steroid. Dilanjutkan dengan  KLT untuk pwmisahan steroid dari komponen kimia lain dengan elluen yang cocok yaitu relative  baik dengan eluen n-heksana - etilasetat kemudian di kromatografi kolom.
      Diidentifikasi secara UV dan IR, dari karakteristiknya menunjukkan senyawa hasil isolasi merupakan senyawa steroid yang mengandung gugus metil dan ikatan rangkap yang tidak berkonyugasi sesuai data berdasarkan struktur yang didapat melalui biosintesis

Jumat, 14 Desember 2012

Bawang Putih Menurunkan Kolesterol

Bawang putih dipercaya dapat menurunkan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan risiko pengerasan pembuluh darah. Adanya dukungan bukti - bukti ilmiah yang cukup kuat  bahwa penggunaan bawang putih bermanfaat pada orang yang mempunyai kadar kolesterol darah  yang  tinggi. Beberapa  laporan  studi  pada  manusia  menyatakan  terjadi penurunan pada kolesterol total darah dan LDL (Low Density Lipoprotein) yang dikenal  sebagai   "bad  cholesterol"  dalam  jangka  waktu  yang  singkat  (4-12 minggu). Suatu penelitian menjelaskan adanya penurunan rata-rata total kolesterol sebesar -0.77 mmol/l (95% Confidence IntervaI (CI): -0.65, -0.89 mmol/l), dan inimenunjukkan 12% penurunan pada subyek yang memakai terapi bawang putih dibandingkan  dengan  kelompok  plasebo,  dimana  efek  tersebut  terlihat  dalam kurun 1 bulan setelah terapi dan bertahan selama sedikitnya 6 bulan. (Gardner et at., 2001), tetapi belum diketahui secara jelas efeknya dalam jangka panjang. Sedangkan efek terhadap HDL ( high density lipoprotein) masih belum diketahui secara jelas dan kontroversial (Mayoclinic, 2008). Masih diperlukan banyak penelitian untuk memperjelas efek bawang putih terhadap profil lipid darah secara umum, oleh karena inkonsistensi hasil penelitian terdahulu  dimana  beberapa  laporan  studi  klinis  termasuk  meta  analisis menemukan efek penurunan kolesterol pada manusia secara signifikan (Kannar et al., 2001, Amagase, 2006).

Jumat, 30 November 2012

ISOLASI NIKOTIN DARI DAUN TEMBAKAU

Produksi tembakau yang melimpah di Indonesia hanya bermanfaat sebagai industri rokok saja yang sangat berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Tembakau mengandung alkaloid nikotin yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia juga sangat beracun bagi serangga sehingga nikotin dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagi insektisida penggerek 
batang padi.


Dalam penelitian ini dilakukan isolasi nikotin dari daun tembakau kering dengan cara soxhletasi menggunakan pelarut metanol kemudian dilakukan penggaraman dengan asam dan ekstraksi alkaloid dengan basa. Ekstrak yang diperoleh kemudian dimurnikan dengan KLT, dan kromatografi kolom. Setelah itu dianalisis menggunakan IR, UV, dan GC-MS. Ekstrak tembakau yang lain diuji efektivitasnya sebagai insektisida penggerek batang padi dengan cara disemprotkan ke persemaian padi dengan konsentrasi yang bervariasi. Dari hasil analisis KLT menggunakan larutan pengembang metanol didapatkan harga Rf = 0,725. Hasil analisis spektra IR menunjukkan adanya gugus amina tersier aromatis, gugus metil, gugus amina tersier alifatis, dan ikatan C-H aromatis. Hasil kromatogram GC-MS menunjukkan senyawa nikotin muncul pada puncak dengan waktu retensi = 9,245 s dan indeks kemiripan 63 %, hal ini menunjukkan bahwa dalam daun tembakau terdapat alkaloid nikotin. Hasil dari spektrofotometer UV menghasilkan panjang gelombang maksimum 206 nm yang menunjukkan adanya kearomatisan dari cincin piridin dalam nikotin. Ekstrak tembakau yang lain digunakan untuk uji efektivitas terhadap hama penggerek batang padi, dengan cara disemprotkan tanaman padi yang di dalamnya terdapat penggerek batang padi, didapatkan Fhitung = 19.061 dan Ftabel = 3.48. Karena Ftabel < Fhitung maka Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu konsentrasi ekstrak daun tembakau mempengaruhi efektivitasnya sebagai insektisida penggerek batang padi.

Sabtu, 24 November 2012

MID SEMESTER KIMIA BAHAN ALAM

Nama : CLARA SANDISTA ZULFIARNI
Nim    : A1C110034

1. Kemukakan gagasan anda bagaimana cara mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak punya potensi (tidak aktif) dapat dibuat menjadi senyawa unggul yang memilki potensi aktifitas biologis tinggi. Berikan dengan contoh !
    Jawaban :
              Cara mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak aktif menjadi senyawa unggul yang memilki potensi aktifitas biologis tinggi yaitu dengan mereaksikan senyawa tersebut dengan senyawa lain yang dapat menggantikan gugus dalam senyawa tersebut yang bersifat tidak aktif menjadi aktif.
              Dalam hal ini kita harus terlebih dahulu memperhatikan kereaktifan, sifat-sifat baik sifat kimia maupun sifat fisika dari senyawa bahan alam tersebut agar kita dapat mengubahnya dari senyawa bahan alam yang tidak aktif menjadi senyawa unggul yang memiliki potensi aktifitas biologis tinggi.
             Contohnya pada steroid diubah menjadi sterol dengan menghilangkan sebagian dari gugus pada struktur steroid dan ditambah dengan gugus hidroksil untuk menjadi sterol .

2. Jelaskan bagaimana idenya suatu senyawa bahan alam yang memilki potensi biologis tinggi dan prospektif untuk kemaslahatan makhluk hidup dapat disintesis di laboraturium !
    Jawaban :
              Suatu senyawa bahan alam yang memiliki potensi biologis tinggi dan prospektif untuk kemaslahatan makhluk hidup  dapat disintesis di laboraturium dengan mengadakan penellitian terlebih dahulu terhadap tumbuh-tumbuhan maupun mikroorganisme yang mengandung senyawa yang dapat dijadikan sebagai obat-obatan dan lain-lain.
              Setelah dilakukan penelitian terhadap tumbuhan atau mikroorganisme tersebut dan didapatkan suatu senyawa yang bermanfaat sebagai obat-obatan barulah dapat dilakukan sintesa yang bertujuan untuk menemukan dan membuat senyawa yang menyerupai senyawa yang ditemukan dari suatu bahan alam dan tentunya dengan harga yang lebih murah dan dapat dimanfaatkan serta diaplikasikan ke masyarakat.
              Dengan dilakukannya sentesis di laboraturium tidak akan terus merusak ekosistem alam yang ada. Dengan penelitian bisa didapatkan beberapa temuan obat baru seperti sintesa senyawa turunan salisil amida yang digunakan untuk obat antikanker. Sedangkan yang berasal dari bahan alam telah ditemukan sebelumnya obat untuk antikanker pada daun cakar ayam.

3. Jelaskan kaidah-kaidah pokok dalam memilih pelarut untuk isolasi dan purifikasi suatu senyawa bahan alam. Berikan contoh untuk 4 golongan senyawa bahan alam : Terpenoid, Alkaloid, Flavonoid dan Steroid !
    Jawaban :
              Dalam melakukan isolasi dan purifikasi kita harus memperhatikan pelarut yang akan dipakai. Pelarut yang baik adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Memilki daya melarutkan yang tinggi terhadap senyawa bahan alam yang akan di ekstraksi
- Memilki titik didih rendah
- Tidak mudah terbakar
- Mudah mengambil kembali zat terlarut dari pelarut
- Sedapat mungkin harga murah dan tersedia dalam jumlah besar
- Kelarutan rendah jika bercampur dengan air
- Viskositas rendah dan stabil secara kimia maupun fisika

* Isolasi terpenoid yang dilakukan dengan cara sokletasi dan maserasi. Sokletasi dilakukan pada serbuk kering daun nilam yang di uji dengan n-heksana, lalu ekstrak n-heksana dipekatkan. Dilanjutkan dengan maserasi menggunakan pelarut metanol.

* Isolasi Alkaloid dapat dilakukan dengan mengekstrak bagian-bagian dari tumbuhan (daun, bunga, buah, kulit batang dan akar) yang dikeringkan lalu dihaluskan dan dapat diekstrak dengan pelarut seperti etanol. Kemudian ekstrak ditambah dengan asam anorganik dan diekstraksi lagi dengan pelarut eter atau kloroform untuk menghasilkan alkaloid-alkaloid tertentu untuk kemudian dipisahkan lagi dari pelarutnya.

* Isolasi flavonoid dapat dilakukan dengan mengekstraksi dengan kloroform dan etanol kemudian ekstrak yang diperoleh dipekatkan dibawah tekanan rendah. Ekstrak etanol pekat diekstraksi lagi dengan dietil eter dan n-butanol.

* Isolasi steroid dari daun tapak liman. Steroid diisolasi dengan metode soklet dengan heksana sebagai pelarut.

4. Jelaskan dasar titik tolak penentuan struktur suatu senyawa organik. Bila senyawa bahan alam tersebut adalah kafein misalnya. Kemukakan gagasan anda hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menentukan strukturnya secara keseluruhan !
    Jawaban :
              Dasar titik tolak penentuan struktur suatu senyawa  bahan alam misalnya kafein, hal-hal yang diperlukan untuk menentukan strukturnya secara keseluruhan yaitu kita berpatokan pada kurva standar senyawa kafein tersebut dan membandingkan dengan kurva hasil analisis dari isolasi senyawa kafein. Untuk penentuan strukturnya digunakan metode identifikasi dan penentuan struktur baik UV, IR, MS maupun NMR.
              Jika secara IR dari karakteristiknya menunjukkan senyawa hasil isolasi tersebut merupakan senyawa dengan mengandung gugus-gugus tertentu yang merupakan senyawa kafein maka struktur akan terbentuk sesuai daerah-daerah sidik jari yang dilalui.


             

Rabu, 31 Oktober 2012

ISOLASI STEROID DARI DAUN TAPAK LIMAN

Ekstraksi steroid dari daun tapak liman dilakukan dengan cara sokletasi  menggunakan n-heksana sebagai pelarut. Sokletasi dengan n-heksana dihentikan jika pelarut n-heksana jernih kembali dan diperoleh ekstrak n-heksana. Ekstrak n-heksana diperoleh kemudian diuji steroid dengan menggunakan pereaksi Lieberman Buchard. Setelah itu dilanjutkan dengan kromatografi lapis tipis serta kromatografi kolom dengan menggunakan eluen yang cocok. 
Kromotografi Lapis Tipis
Kromotografi lapis tipis dilakukan terhadap ekstrak pekat n-heksana dan fraksi – fraksi pada kromatografi kolom dengan menggunakan plat silica 60 GF254. Eluen yang digunakan adalah n-heksana, kloroform, dan berbagai perbandingan dari n-heksana dengan etil Asetat.
Ekstrak pekat ditotalkan ditengah batas bawah dari plat dengan menggunakan pipa kapiler dan dibiarkan mengering diudara. Eluen yang telah disiapkan dimasukkan kedalam camber dan dijenuhkan dengan menggunakan kertas saring. Kemudian plat dimasukkan kedalam camber, lalu camber ditutup. Setelah eluen mencapai batas atas plat , maka plat diangkat dan dibiarkan mengering. Penampakan noda menggunakan lampu ultraviolet, pereaksi Lieberman burchhard dan uap I2. Cara tersebut dilakukan berulangkali dengan menggunakan eluen yang berbeda, sehingga pada eluen tertentu diperoleh noda yang terpisah dengan baik dan selanjutnya digunakan sebagai eluen untuk kromatografi kolom.

Kromogtografi kolom
Kolom kromatografi yang akan digunakan dicuci terlebih dahulu dengan air sampai benar-benar bersih, kemudian dikeringkan didalam oven, setelah itu kolom kromatografi dibilas dengan n-heksana.
Sebagai penyerap (fase diam) digunakan silica gel, yang terlebih dahulu dibuat menjadi bubur dengan pelarut n-heksana. Kolom kromotografi dijepit dengan klem pada posisi vertical dank ran kolom kromotografi ditutup. Pelarut n-heksana dimasukkan sampai sepertiga kolom kromotografi. Selanjutnya kapas atau glass wol yang telah direndam dimasukkan kedalam kromotografi, lalu dipadatkan sampai gelembung udara tidak dapat masuk lagi kedalam kromotografi. Bubur silica gel yang telah dibuat dimasukkan kedalam kolom kromotografi dengan hati-hati sehingga tidak terdapat lagi gelembung udara. Pada saat bubur silica dimasukkan kran kolom kromotografi dibiarakan terbuka, setelah itu bubur silica dipadatkan dalam kolom kromotografi dengan cara melewatkan pelarut berulang kali.
Sampel yang akan dipisahkan dilakukan pre absorpsi terlebih dahulu, dengan cara melarutkannya dengan n-heksana dan ditambahkan dengan silica gel, setelah itu pelarutnya dibiarkan menguap. Sampel dimasukkan kedalam kolom kromotografi lalu dielusi dengan menggunakan fasa gerak n-heksana dan  etil asetat secara elusi bergradien (step gardien polarity)
Hasil kromotografi kolom ditampung didalam botol kecil yang berisi 10 ml dan diberi nomor urut. Untuk memonitor hasil kromogtografi kolom ini dilakukan dengan kromogtografi lapis tipis dan penampakan noda dapat dilakukan dengan lampu ultraviolet, Pereaksi Lieberman Burchard serta uap I2. Dari uji kromotografi lapis tipis yang memberkan harga Rf (faktor esensi )yang sama, kemudian digabungkan menjadi satu fraksi dan pelarutnya diuapkan.

Rekristalisasi
Rekristalisasi dilakukan dengan methanol. Pada Kristal ditambahkan methanol lalu dipanaskan, sehingga kristal dan pengotornya larut. Lalu didiamkan pada suhu kamar. Setelah terbentuk kristal kembali maka kristal dan filtratnya dipisahkan. Selanjutnya Kristal dilarutkan dengan etil asetat dan dibiarkan sampai pelarutnya menguap. Sehingga akan berbentuk Kristal jarum.
Pemisahan komponen dengan kromatografi kolom menggunakan eluen n-heksana dan etil asetat dengan polaritas langkah gradien (SGP), dan kemudian wasrecrystalized dalam metanol. Senyawa steroid terisolasi telah sebagai kristal jarum putih dengan titik leleh 170,1 -170,5? C. Lapisan tipis chromatograpy dengan eluen n-heksana pf, etil acta, kloroform, n-heksana: etil asetat (8:2), n-heksana: etil asetat (2:8) etil asetat, n-heksana: etil ecetate (1: 1), memberikan tempat dengan Rf: 0; 0,61, 0,35, 0,18, 057, dan 0,66. Karakteristik dari steroid terisolasi dengan spektrofotometer inframerah memberikan puncak yang penting bagi daerah (v max, cm ¹?): 3433, 2.937, 2.866, 1.651, 1.459, 382, ​​1.061, 970, dan 800, juga spektrofotometer ultraviolet memberikan serapan pada 204 nm . Berdasarkan karakterisasi fisik dan spektroskopi, senyawa hasil isolasi diduga merupakan senyawa sterol steroid.




Pada sebuah artikel yang saya baca, dalam mengekstraksi steroid dari daun tapak liman ini sampel yang digunakan harus dikeringkan terlebih dahulu di udara terbuka selama dua Minggu serta untuk melarutkannya meggunakan n-hekksana. Saya ingin bertanya bagaimana jika sampel yang digunakan  itu tidak dikeringkan terlebih dahulu ? dan apakah harus menggunakan n-heksana untuk melarutkannya, berikan alasan saudara ..
mohon dibantu ya teman ...

Jumat, 19 Oktober 2012

Katekin dalam Teh Hijau sebagai antioksidan

Aktivitas teh hijau sebagai antioksidan dikarenakan kandungan polifenolnya, termasuk di dalamnya flavonoid (flavonol dan katekin). Golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon, flavonol, isoflavon, katekin, flavanol dan kalkon (Ardiansyah, 2007).


Chemical structure of (+)-Catechin
Antioksidan digunakan untuk mencegah kerusakan tingkat seluler yang akan mengakibatkan penyakit tertentu, khususnya kanker. Antioksidan dalam makanan juga digunakan untuk mencegah terjadinya proses oksidasi , seperti pada lemak.

Kunci utama dari khasiat teh pada komponen bioaktifnya, yaitu polifenol yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang masih muda dan utuh. Katekin merupakan senyawa polifenol utama pada teh sebesar 90% dari total kandungan polifenol (Anonymous, 2007b). Katekin adalah senyawa dominan dari polifenol teh hijau yang merupakan senyawa larut dalam air, tidak berwarna dan memberikan rasa pahit (Alamsyah, 2006). Katekin teh merupakan kelas flavanol. Adapun katekin terdiri dari epicatechin(EC), epicatekin gallate (ECG), epigallocatechin (EGC), dan epigallocatechin gallate (EGCG) (Hartoyo, 2003). Katekin teh bersifat antimikroba (bakteri dan virus), antioksidan, antiradiasi, memperkuat pembuluh darah, melancarkan sekresi air seni, dan menghambat pertumbuhan sel kanker (Alamsyah, 2006).

Yang ingin saya tanyakan disini adalah pada struktur katekin tersebut, pada bagian manakah yang dapat bertindak sebagai antioksidan. tolong berikan penjelasan !
terimakasih 

Selasa, 16 Oktober 2012

KATEKIN DARI TANAMAN TEH

Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antioksidan dan dapat digunaakan sebagai pangan fungsional untuk penatalaksanaan nonfarmakologis pada penderita pengerasan pembuluh darah adalah katekin yang diisolasi dari tanaman teh ( Camellia sinensis).

Teh adalah minuman yang dihasilkan dari seduhan daun Camellia sinensis yang umumnya tumbuh di daerah yang beriklim tropis dengan ketinggian antar 200-2000 meter diatas permukaan laut dengn suhu cuaca antara 14-25 derajat Celsius. Pada umumya teh sebagai bahan minuman dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu teh yang difermentasikan atau teh hitam (black tea), teh yang tidak difermentasikan atau teh hijau (green tea), dan teh yang setengah difermentasikan atau teh oolong (oolong tea). Proses penyeduhan serta pengolahan yang tepat dari teh hijau  sangat berpengaruh terhadap khasiatnya. 
Katekin teh mengalami banyak perubahan kimia seperti oksidasi dan epimerisasi selama proses pengolahan dan penyeduhan. jika dilihat dari strukturnya, kateki merupakan flavonoid dengan banyak gugus hidroksi, maka diperkirakan gugus hidroksi pada cincin B dari struktur molekul ini akan menjadi faktor utama yang menyebabkan ketidakstabilan katekin terhadap oksidasi. peristiwa oksidasi ini dipengaruhi oleh oksigen, pH larutan, cahaya dan adanya bahan antioksidan (Connors, 1992)
Berkas:(+)-Catechin.png

Bagaimana mengisolasi senyawa flavonoid katekin dari tanaman teh ?

Kamis, 11 Oktober 2012

KOKAIN

Kokaina adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokaina merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini kokaina masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokaina diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfina dan heroina karena efek adiktif.

 Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan. Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.Nama lain untuk Kokain : Snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat ).

Kokain sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya, sedangkan di Amerika Selatan, daun dari tanaman ini digunakan sebagai simultan. Apakah ada efek negatif yang ditimbulkan apabila kita menggunakan kokain?

Rabu, 26 September 2012

KIMIA ORGANIK BAHAN ALAM


Kimia Organik Bahan Alam merupakan cabang ilmu kimia, khususnya Kimia Organik dan Biokimia. Cabang ilmu ini secara spesifik mempelajari bagaimana senyawa organik yang secara alami terdapat pada alam, khususnya makhluk hidup dibuat (dibiosintesis), apa fungsinya (bioaktivitasnya), dan apakah senyawa tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan umat manusia.
Praktis ilmu Kimia Organik Bahan alam mempelajari metabolit, baik itu metabolit primer maupun sekunder. Kebanyakan senyawa yang dikaji ilmu Kimia Organik Bahan Alam berasal dari tumbuhan, oleh sebab penelitian pada hewan sering terhalang oleh segi moral.

Senin, 24 September 2012

DNA terdiri dari pasangan nukleotida yang terpilin


 Gen – gen yang berderet pada kromosom masing – masing mempunyai tugas khas sendiri – sendiri dengan waktu “bereaksi” yang khusu pula.faktor yang disebut penentu pada zaman mendel akhirnya diketahui struktur kimianya yang disebut DNA.
Percobaan transformasi dalam bakteri diplococcus pneumonia (pneumococcus) yang dilakukan oleh Griffith pada tahun 1928 telah memberikan keyakinan bahwa DNA benar – benar merupakan bahan genetic.

a) Struktur DNA 


        Penemu DNA dan RNA adalh seorang ahli kimia berkebangsaan jerman, Frederich Miescher (1869), yang menyelidiki susunan kimia dari nucleus, zat yang mengandung fosfor sangat tinggi dalam nucleus tersebut mula – mula disebut nukleat.
Dengan penelitian lebih lanjut diketahui bahwa asam nukleat tersusun atas nukleotida – nukleotida sehingga merupakan polinukleotida. Satu nukleotida terdiri dari nukleosida dan fosfat (PO4 - ) . sedangkan nukleosida terdiri dari sebuah gula pentose dan sebuah basa nitrogen (purin / pirimidin). Jadi nukleosida adalah nukleotida yang tanpa fosfat, sedang nukleotida adalah nukleosida + fosfat + basa nitrogen.
gambar:DNA2.gif  
Asam Deoksiribo Nukleat merupakan molekul kompleks yang dibentuk oleh tiga macam molekul, yaitu:
1. Gula pentose (deoksiribosa)
2. Fosfat (PO4-)
3. Basa nitrogen , yaitu:
a. Purin : guanine (G) dan adenine (A)
b. Pirimidin : Timin (T) dan sitosin (S)
                                                                      Rumus Bangun Basa Nitrogen
gambar:rumus basa.jpg

Jadi satu molekul nukleotida yang terdiri dari ikatan gula basa dan fosfat yang menyusun DNA dapat berbentuk:
1. Adenin nukleosida = adenine deoksiribosa fosfat
2. Guanine nukleosida = guanine deoksiribosa fosfat
3. Sitosin nukleosida = sitosin deoksiribosa fosfat
4. Timin nukleosida = timin deoksiribosa fosfat
gambar:genetikaT.jpg                                                    gambar:genetikaA.jpg
Berdasarkan hasil penelitian Franklin dan M.H.F wilkins pada DNA dengan menggunakan sinar X , J.D Watson dan F.H.C Crick (1953) mengemukakan suatu model gen, yang terkenal dengan nama double helix(ukir rangkap / tangga berpilin). Mereka akhirnya mendapatkan hadiah nobel pada tahun 1962.
Struktur kimia gen (DNA) menurut Watson – crick yang berupa tangga berpilin /ulir rangkap tersususn atas:
1. Gula dan fosfat sebagai induk tangga
2. Basa nitrogen, dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga:
G dengan S dihubungkan oleh ikatan lemah 3 atom H (Hidrogen).
T dengan A dihubungkan oleh ikatan lemah 2 atom H (hydrogen).
gambar:molekul_dna.jpg

(a) Struktur ulir rangkap(tangga berpilin) (b) susunan pasangan basa DNA (c) Struktur DNA jika tidak mengulir (berpilin)

b) Replikasi DNA 


                  Kemampuan DNA untuk membentuk DNA baru yang sama persis dengan DNA asal (replikasi) disebut kemampuan autokatalik.
Sedangkan kemampuan DNA membentuk molekul kimia lain dari salah satu atau sebagaian rantainya disebut kemampuan heterokatalitik.
Peristiwa reolikasi DNA pertama – tama diselidikipada tahun 1957 oleh taylor dan kawan – kawan dengan menggunakan nitrogen radioaktif N15 yang dilembagakandalam timidin.
Timidin ialah senyawa antara timin dan deoksiribosa, percobaan taylor dan kawan – kawan ini diperkuat oleh penelitian meselson dan stahl (1958) dengan memberikan N dlam bentuk N15O3 pada bakteri Escherichia coli, yang hasilnya ternyata sel – sel anakan yang terjadi mengandung bahan radioaktif itu pula. Cara replikasi DNA berdasarkan percobaan meselson dan sthal ini disebut dengan cara semikonservatif yang banyak diterima oleh sebagian besar ahli biologi. Tiga hipotesis tentang terjadinya replikasi DNA adalah sebagai berikut.
1) Teori konservatif : menyatakan bahwa ulir rangkap (double helix) yang lama tetap (tidak berubah), dan langsung terbentuk ulir rangkap baru.
2) Teori dispersive : menyatakan bahwa ulir rangkap terputus – putus. Lalu potongan – potongan tersebut memisah dan membentuk potongan – potongan baru yang akan bersambung dengan potongan – potongan lama; sehingga kembali menjadi 2 DNA yang sama persis.
3) Teori semi konservatif ; menyatakan bahwa dua pita dari ulir rangkapp memisahkan diri dan tiap – tiap pita yang lama mendapatkan pasangan pita baru seperti pasangannya yang lama, sehingga terbentuklah dua DNa yang sama persis.

Gambar; Tiga macam cara replikasi DNA: (a) teori konservatif, (b) teori dispersive, dan (c) teori semi konservatif.
Replikasi DNA berlangsung pada sel – sel muda , saat interfase (mitosis) . proses replikasi DNA ini melibatkan beberapa enzim antara lain sebagai berikut:
1. Helikase untuk mempermudah membuka ulir rangkap DNA menjadi dua buah ulir tunggal.
2. Polymerase, untuk menggabungkan deoksiribo nukleosida trifosfat.
3. Ligase, untuk menyambung bagian – bagian ulir tunggal DNA yang baru terbentuk.
gambar:dna.jpg
skema replikasi DNA secara semikonservatif

Struktur DNA ( deoxyribonucleic acid )


Struktur DNA ( deoxyribonucleic acid ) - Struktur DNA terdiri atas senyawa fosfat, gula pentosa dan basa nitrogen. Sebelum membahasa struktur DNA ada baiknya kita simak dahulu penemu DNA itu sendiri.
1. Penemu DNA
Apabila kita ibaratkan suatu tubuh, maka DNA diibaratkan sebagai otak yang dapat mengatur segala proses di dalam tubuh. Di samping itu, DNA juga mempunyai peran penting dalam pewarisan sifat. DNA merupakan suatu senyawa kimia yang penting pada makhluk hidup. Tugas utamanya membawa materi genetik dari suatu generasi ke generasi berikutnya. DNA juga merupakan senyawa polinukleotida yang membawa sifat-sifat keturunan yang khas pada kromosom.
DNA pertama kali ditemukan oleh F. Miescher (1869) dari sel spermatozoa dan sel eritrosit burung, selanjutnya dinamakan sebagai nuklein. Penemuan lain dilakukan oleh Fischer (1880), yaitu tentang adanya zat pirimidin (yang berupa Sitosin dan Timin) dan dua purin (Adenin dan guanin). Setelah penemuan tersebut, dilengkapi pula dengan penemuan Levine (1910) tentang gula 5 karbon ribosa, gula deoksiribosa, dan asam fosfat dalam inti. Keberadaan DNA tersebut sebagian besar di dalam nukleus (inti sel). Tetapi ada juga yang terdapat pada mitokondria.
2. Struktur DNA
Molekul DNA memiliki susunan kimia yang sangat kompleks dan rantai nukleotida yang panjang. DNA merupakan rangkaian nukleotida dan setiap nukleotida tersusun dari substansi dasar seperti berikut.
a. Senyawa Fosfat
Senyawa fosfat berfungsi untuk mengikat molekul gula satu dengan gula yang lain.
b. Gula Pentosa (deoksiribosa)
Gula pentosa membentuk rangkaian gula fosfat yang merupakan tulang punggung atau kekuatan dari struktur double helix DNA.
c. Basa nitrogen
Basa nitrogen ini terikat pada setiap molekul gula. Basa nitrogen dibedakan menjadi dua.
1) Basa Purin
Basa purin dengan struktur cincin ganda yaitu Adenin (A) dan Guanin (G) seperti terlihat pada Gambar 3.9!
rumus purin
Gambar 3.9 Rumus bangun purin
2) Basa pirimidin
Basa pirimidin dengan struktur cincin tunggal yaitu Timin (T) dan Sitosin (S) seperti terlihat pada Gambar 3.10!
rumus pirimidin
Gambar 3.10 Rumus bangun pirimidin
Basa nitrogen yang terdiri atas purin (Adenin dan Guanin) dan pirimidin (Sitosin dan Timin) akan membentuk rangkaian senyawa kimia dengan gula pentosa, membentuknukleosida. Nukleosida bersenyawa dengan gugus fosfat membentuk nukleotida, yang mempunyai bentuk rantai panjang. Untuk lebih jelasnya, lihatlah gambar 3.11. Nukleotida inilah yang akan menyusun molekul DNA. Satu molekul DNA terdiri atas ratusan atau ribuan nukleotida. Nukleotida-nukleotida tersebut membentuk rantai panjang yang disebut polinukleotida. Antara rantai polinukleotida satu dengan yang lainnya saling berhubungan pada bagian basa nitrogen.
nukelotida
Gambar 3.11 Nukleotida
Coba Anda bayangkan, molekul DNA yang mikroskopis selalu membawa ribuan nukleotida. Hal ini merupakan struktur yang sangat rumit sekali. Agar lebih jelas dengan struktur DNA, dapat Anda lihat pada Gambar 3.12! Jika diamati, bentuk struktur dari molekul DNA tersebut, sebenarnya merupakan struktur DNA double helix(tangga tali berpilin), seperti terlihat pada Gambar 3.13!
struktur dna
Gambar 3.12 Struktur DNA
Model struktur DNA tersebut ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953. Model struktur DNA ini kemudian disebut dengan model DNA Watson-Crick (lihat Gambar 3.13).
Struktur double helix
Gambar 3.13 Struktur double helix
Coba Anda perhatikan bentuk tangga tersebut! Bagian ibu tangga tersusun dari deretan gugusan gula pentosa dan asam fosfat, sedangkan bagian anak tangga tersusun dari dua basa nitrogen yang berpasangan antara purin dengan pirimidin, dengan pasangan yang mungkin terjadi yaitu Adenin dengan Timin, sedangkan Guanin dengan Sitosin. Antara dua basa nitrogen yang berpasangan yaitu antara Adenin dengan Timin, antara Guanin dengan Sitosin dihubungkan oleh ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen merupakan jenis ikatan yang lemah, tetapi karena hal inilah justru akan membantu dalam proses pembelahan dan sintesis protein. Ikatan hidrogen itu dapat dilihat pada Gambar 3.14.
Diagram ikatan hidrogen
Gambar 3.14 Diagram ikatan hidrogen

Jumat, 03 Juni 2011

Kimia – Sentral Semua Ilmu Pengetahuan – Definisi dan Cabang-Cabang Ilmu Kimia


Apa yang terlintas dalam benak anda ketika mendengar kata “Kimia”? Apakah itu Bom? rentetan rumus-rumus kimia yang membuat pusing, ataukah Laboratorium yang di huni orang-orang dengan kacamata tebal dan berbagai macam botol berisi cairan warna-warni?

Apapaun yang terdapat dalam pikiran anda tentang kimia, memang kita tidak bisa terlepas dari aspek-aspek kimia dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita makan, bernafas, mengendarai mobil, memasak, bahkan mohon maaf buang air kecil pun atau gatal-gatal akibat digigit semut semuanya melibatkan proses kimia, lihatlah disekeliling kita apa yang tidak dibangun dari unsur kimia? pakain, kayu, membangun rumah, kertas, semuanya adalah substansi kimia. Dari proses yang paling sederhana seperti pembakaran gas LPG hingga yang terumit seperti proses pemebentukan alam semseta semuanya dapat dijelaskan secara kimia, bahkan keracunan makanan seperti yang diberitakan di TV bisa dijelaskan melalui proses kimia.

Apakah ilmu kimia itu? Kimia (ingris: chemistry) berasal dari bahasa Mesir Keme yang berarti “bumi” adalah ilmu yang mempelajari tentang komposisi, stuktur, dan sifat materi, beserta segala perubahan yang menyertai terjadinya reaksi kimia. Jangkauan kimia tidak hanya mempelajari materi nonhayati tapi juga materi hayati serta proses kimia yang terjadi dalam makhluk hidup itu sendiri baik yang ada di bumi dan luar angkasa.
Tahukah kamu bahwa ilmu kimia sering disebut sebagai “Sentral Ilmu Pengetahuan atau Pusatnya Ilmu Pengetahuan” Kenapa? karena kimia dipakai, diterapkan, dan dibutuhkan untuk mendukung ilmu pengetahuan yang lain. Betapa tidak, banyak sekali bidang-bidang ilmu yang lain terikat dengan ilmu kimia, seperti bidang kedolteran, biologi, fisika, lingkungan, forensik, astronomi, farmasi, ilmu bahan, komputer, dan sebagainya.

Sebagai contoh, dalam bidang forensik digunakannya aplikasi test DNA, bidang farmasi dipergunakannya cara sintesis kimia organik, dibidang kedokteran ilmu kimia bisa menjelaskan proses metabolisme obat oleh enzim, dan tahukah kamu bahwa proses metabolisme makanan dapat dipelajari di cabang ilmu kimia yaitu biokimia. Analisis komposisi bintang dan benda angkasa yang lain sangat diperlukan oleh bidang astronomi.
Ilmu Kimia memiliki banyak cabang dan sub cabang bahkan antara cabang yang satu dengan yang lain kadang kala saling overla, mempelajari satu cabang sangat terkait dengan cabang ilmu yang lain. Adapun cabang ilmu kimia diantaranya:
Kimia Analisa, yaitu cabang ilmu kimia yang mempelajari teknik analisa materi untuk menentukan komposisi dan struktur dari materi. Kimia analisa juga mempelajari cara analisa standart dan metode penelitian standart yang nantinya akan dipakai oleh cabang ilmu kimia yang lain.
Kimia Anorganik, mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. dari cabang ini muncul sub cabang ilmu yang lain seperti Kimia Katalis yang mempelajari cara membuat dan mempelajari katalis, Kimia Organometalik yaitu mempelajari sifat dan reaksi perpaduan senyawa organik-logam.
Kimia Organik, mempelajari sifat, struktur, mekanisme, dan reaksi senyawa organik. Untuk membedakan dengan senyawa anorganik maka senyawa organik adalah senyawa yang yang dibangun oleh rantai karbon. mempelajari kimia organik sangat penting bagi orang yang ingin mempelajari farmasi, biokimia, fitokimia, sintesis kimia dan ilmu yang lain.
Biokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari zat-zat kimia, reaksi kimia, dan interaksi zat-zat yang terdapat di dalam makhluk hidup. Biokimia berkolerasi dengan kimia organik, kimia medisinal, biologi molekular dan genetika.
Kimia Fisika adalah cabang ilmu kimia yag mempelajari sifat fisika dan sifat dasar materi dari suatu sistem kimia atau proses kimia. Fokus kimia fisika umumnya berkisar energi dan sifat thermodiamik suatu sistem. Sub cabang yang sangat penting dari kimia fisika adalah Kinetika Kimia, Elektrokimia, Spektroskopi, dan Thermokimia.
Kimia Inti adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari bagaimana partiel-partiel subatom bergabung satu sama lain membentuk inti atom.
Kimia Teori adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari kimia berdasarkan teori dengan dukungan ilmu matematika dan fisika dan penerapan kuantum mekanik yang disebut kimia kuantum.
Cabang-cabang ilmu kimia yang lain adalah Nanokimia, Neurokimia, Bioremediasi, Kimia Bahan Pangan, Kimia Pertanian, Kimia Flavor, Green Chemistry, Kimia matematika, Kimia Permukaan, Sintesis Kimia, SonoKimia, Kimia Organik Fisik, Farmakologi, ImunoKimia, Fitokimia, Geokimia dan masih banyak lagi.
Jadi dengan mempelajari kimia anda tidak usah khawatir nantinya akan bekerja di bidang yang mana sebab sudah jelas dengan mempelajari kimia anda bisa masuk kemana saja bidang ilmu pengetahuan yang anda suka.

ilmuwan kimia terkenal


 ... ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan 
terbesar
File Size: 27,564
... ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar
 ... kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 
Einstein
File Size: 28,470
... kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein
ayu rafania smansa: Juni 2010
File Size: 51,039
ayu rafania smansa: Juni 2010
 ... ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan 
terbesar
File Size: 102,189
... ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar
dalam perkembangan sejarah fisika ada sebuah cerita terkenal 
tentang ...
File Size: 47,920
dalam perkembangan sejarah fisika ada sebuah cerita terkenal tentang ...
 ... 1955 pada umur 76 tahun adalah seorang ilmuwan fisika 
teoretis yang
File Size: 604,435
... 1955 pada umur 76 tahun adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang
 ... ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan 
terbesar
File Size: 38,443
... ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar
ToKoh InspiraSi Ku!!!!! « Weche94′s Blog
File Size: 21,549
ToKoh InspiraSi Ku!!!!! « Weche94′s Blog
Marie Curie - ilmuwan terkenal perempuan, spesialisasi dalam 
bidang ...
File Size: 11,231
Marie Curie - ilmuwan terkenal perempuan, spesialisasi dalam bidang ...
www.klikunic.com: INILAH Ilmuwan Pengubah Dunia tapi Kurang 
Dikenal ...
File Size: 22,194
www.klikunic.com: INILAH Ilmuwan Pengubah Dunia tapi Kurang Dikenal ...