Jumat, 19 Oktober 2012

Katekin dalam Teh Hijau sebagai antioksidan

Aktivitas teh hijau sebagai antioksidan dikarenakan kandungan polifenolnya, termasuk di dalamnya flavonoid (flavonol dan katekin). Golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon, flavonol, isoflavon, katekin, flavanol dan kalkon (Ardiansyah, 2007).


Chemical structure of (+)-Catechin
Antioksidan digunakan untuk mencegah kerusakan tingkat seluler yang akan mengakibatkan penyakit tertentu, khususnya kanker. Antioksidan dalam makanan juga digunakan untuk mencegah terjadinya proses oksidasi , seperti pada lemak.

Kunci utama dari khasiat teh pada komponen bioaktifnya, yaitu polifenol yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang masih muda dan utuh. Katekin merupakan senyawa polifenol utama pada teh sebesar 90% dari total kandungan polifenol (Anonymous, 2007b). Katekin adalah senyawa dominan dari polifenol teh hijau yang merupakan senyawa larut dalam air, tidak berwarna dan memberikan rasa pahit (Alamsyah, 2006). Katekin teh merupakan kelas flavanol. Adapun katekin terdiri dari epicatechin(EC), epicatekin gallate (ECG), epigallocatechin (EGC), dan epigallocatechin gallate (EGCG) (Hartoyo, 2003). Katekin teh bersifat antimikroba (bakteri dan virus), antioksidan, antiradiasi, memperkuat pembuluh darah, melancarkan sekresi air seni, dan menghambat pertumbuhan sel kanker (Alamsyah, 2006).

Yang ingin saya tanyakan disini adalah pada struktur katekin tersebut, pada bagian manakah yang dapat bertindak sebagai antioksidan. tolong berikan penjelasan !
terimakasih 

2 komentar:

  1. menurut saya, katekin ini kan tergolong metabolit sekunder, yang banyak terdapat pada tumbuhan terutama teh, untuk struktur katekin bisa dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Katekin bagian dari gugus fungsi yang bertindak sebagai anti oksidan menurut saya gugus fenol yang dimilikinya. Strukturnya memiliki dua gugus fenol (cincin-A dan -B) dan satu gugus dihidropiran (cincin-C). karena memiliki 2 gugus fenol, maka katekin ini juga di sebut sebagai polifenol. yang mungkin berperan sebagai anti oksidan seperti yang saudara tanyakan. terimakasih, mohon maaf untuk kekurangannya

    BalasHapus
  2. Potensi antioksidan dari polifenol teh hijau secara langsung berhubungan dengan kombinasi cincin aromatis dan kelompok hidroksil yang membangun struktur katekin dan sebagai hasilnya adalah mengikat dan menetralkan radikal bebas oleh grup hidroksil. Sebagai tambahan, polifenol teh hijau mendorong aktivitas detoksifikasi komponen xenobiotika, dan juga dapat mengikat ion logam seperti besi yang mana dapat mengakibatkan radikal bebas oksigen

    BalasHapus